Tipuan Mata


ada berapa tiang yang kamu lihat??




















coba dimana dasarnya???






bergerakkah gambar ini? coba perhatikan dech

“kapan Nich nikah???”


Hmmmmm…………….. bagus….bagus…..
Hmm… nice artikel to sharing
Buat yg dah married, jadi bahan wacana saja
Happy reading yach…
NICE to READ….Ambil waktu sejenak,and baca dgn segenap Hati!!
“KAPAN NIKAH???”
“UDAH, JANGAN MILIH-MILIHLAH! !!”
“JANGAN LAMA-LAMA!!! !”
“JANGAN KEJAR KARIER TERUS DONG!!!”
Tiba-tiba kalimat-kalimat norak diatas jadi sering gue denger dari orang-orang disekitar gue…. nyebelin banget! dan mungkin banyak dialamin juga sama sebagian besar dari kalian semua (sorry buat yg udah punya pasangan hehehhe…)
KAPAN NIKAH????
ya gak tau! emang kenapa sih kalo gue masih pengen sendiri? emangnya gue bakalan membuat penipisan lapisan ozon makin cepat dengan kesendirian gue.
UDAH JANGAN MILIH-MILIH! !!
Kok jangan milih-milih sih? MEMILIH ITU PENTING. Pada saat guememutuskan untuk menikah dengan lawan jenis dan bukan sesama jenis aja. berarti gue sudah melakukan pemilihan (sadis amat sih contohnyahehehhehe… ..)
Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan si pria A dan bukan si pria B, berarti gue sudah melakukan pemilihan. Pada saat gue memutuskan untuk menikah dengan pria yang seiman dan bukan yang beda kepercayaan, berarti gue sudah melakukan pemilihan. SIAPA BILANG JANGAN MILIH-MILIH.
JANGAN LAMA-LAMA!!!
LHAAAA… emangnya gue si hunter (nama anjing gue) yang gak bisa ngeliat doggy betina, langsung dikejar-kejar buat dikawinin. Dua pribadi yang berbeda membutuhkan waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Lebih baik menyisihkan waktu lebih lama di waktu pendekatan atau
pacaran daripada mengambil keputusan gegabah dengan resiko menyesalseumur hidup.
JANGAN NGEJAR KARIR TERUS!!!
Gue gak ngejar karier, gue ngejar gajinya hahahha…..
nikah itu butuh modal dan modal itu harus dikumpulin sedikit demi sedikit bukan jatuh dari langit.
Gue justru ngeri ngeliat temen-temen gue yang berlomba-lomba nikah, kalo gue tanya alasannya pasti karena umur, desakan orang tua yang mulai malu karena anak gadisnya gak laku-laku, takut dibilang perawan tua.
Ketakutan-ketakutan itulah yang membuat temen-temen gue “tutup mata”terhadap setiap perbedaan yang justru sebetulnya sangat penting untuk dipertimbangkan pada masa pacaran apakah memang “gue itu tulang rusuknya dia” (buat yang cewek) atau apakah “dia tulang rusuk gue ” (buat yang cowok), mereka punya prinsip yang penting nikah dulu.
mereka dengan gampangnya berpikir bahwa karakter buruk yang sudah tertanam selama berpuluh-puluh tahun di dalam diri “sang kekasih” bisa hilang begitu saja pada saat menikah.
Gue tahu mungkin banyak yang gak setuju dengan pendapat gue, tapi gue gak mau menikah hanya karena masalah umur, siapa sih yang berhak ngasih patokan umur seseorang untuk menikah? siapa sih yang berani jamin bahwa nikah di umur 25 tahun akan lebih bahagia dari yang nikah di umur 30 atau lebih?
coba liat di catatan sipil, angka perceraian paling tinggi terjadi pada pasangan yang menikah pada umur yang mana (kalo udah dapet datanya, kasih tau gue ya, soalnya gue sendiri gak pernah ngecek hahahahh…. )
Malah menurut gue menikah diusia 30 atau lebih itu banyak sisi baiknya,karena disitu biasanya emosi seseorang sudah lebih stabil, kedewasaan temperamen sudah mulai terbentuk, persiapan materi cukup memada) (materi itu tetap harus masuk dalam pertimbangan dong, kan gak bisa bayar listrik sama bayar telepon pake surat cinta), Gue juga gak mau menikah karena desakan orang tua atau karena takut dibilang perawan tua, yang ngejalanin pernikahan itu kan gue bukan mereka, yang bakalan tanggung semua resiko kalo ada masalah kan gue bukan mereka, perkawinan kan bukan tuk dibuat main-main apalagi trus kawin - cerai. kebayang gak tuh kalo sampe salah milih bakalan sengsara seumur hidup.
JADI LU GAK PENGEN NIKAH?
GUBRAKKK…. !!!!
gue pasti pengen nikah tapi dengan alasan yang tepat, gue pengen nikahkarena gue menyadari bahwa hidup ini terlalu berat untuk dijalani sendirian (ceileee…puitis amat lu), gue pengen nikah karena gue
menyadari gue membutuhkan seseorang yang bisa saling mendukung dalamsegi spiritual dan material, gue pengen nikah karena gue butuh menyayangi seseorang dan butuh untuk disayangi (hihihihi… jadi malu nih), dan masih banyak lagi… tapi yang jelas gak bisa ditentuin kapan waktunya, bisa cepet bisa juga lama, kalo soal waktu kan terserah sama
yang DIATAS.

SIX DWARFING HABITS (Enam Kebiasaan Yang Mengkerdilkan)


Berikut tulisan untuk mendukung kita-kita yang lagi butuh semangat untuk melakukan perubahan

SIX DWARFING HABITS
Enam Kebiasaan Yang Mengkerdilkan


Kebiasaan pengerdil yang pertama, adalah marah tanpa sebab.
Untuk merasa marah adalah hak setiap orang, tetapi merasa marah tanpa sebab; menjadikan dia seseorang yang mengkhawatirkan orang lain. Bagaimana mungkin dia memastikan kepatuhan dari lingkungannya, bila apa yang di sukainya dan apa yang membuatnya marah tidak jelas bagi orang lain ?

Kebiasaan pengerdil yang kedua, adalah berbicara tanpa maksud.
Dia membuat mereka yang mendengarkan bertanya-tanya tentang maksud dari pembicaraannya. Dia bisa saja mulai dengan satu hal, tetapi kemudian meneruskan dengan hal lain, dan menutupnya dengan suatu yang tidak ada hubungannya dengan pembukaan dan isi dari pembicaraannya. Tidak lama setelah itu, wajar bila orang akan berhenti mendengarkannya.

Kebiasaan pengerdil yang ketiga, adalah berubah tanpa kemajuan.
Berubah itu perlu, dan harus, tetapi pastikanlah bahwa perubahan itu menghasilkan kemajuan. Orang yang berubah-ubah dengan cepat, tanpa kemajuan hanya akan membuat orang-orang yang di pimpinnya letih dan kebingungan. Orang lain membutuhkan setidaknya ada sedikit kepastian dan stabilitas dari apa yang menjadi maksudnya. Dia pasti akan segera di tinggalkan orang.

Kebiasaan pengerdil yang keempat, adalah bertanya tanpa tujuan.
Menjawab pertanyaan seseorang yang bertanya tanpa tujuan adalah pekerjaan yang sia-sia. Karena jawaban yang terbaik pun, tidak akan bisa membantu orang yang tidak jelas baginya untuk apa jawaban bagi pertanyaannya. Segera setelah itu orang belajar untuk tidak mendengarkan pertanyaannya, dan yang lebih pasti tidak akan menjawab pertanyaannya.

Kebiasaan pengerdil yang kelima, adalah
percaya kepada orang yang tidak dikenalnya.
Memang aneh, tetapi tidak sedikit orang yang menyepelekan nasehat dari kerabat dan orang-orang ahli. Dan ironisnya dia percaya kepada janji-janji besar dari orang-orang yang tidak dikenalnya. Dia akan segera menjadi orang miskin, dan yang telah menjauhkan bantuan dari keluarga dan kerabatnya.

Dan kebiasaan pengerdil yang keenam, adalah
memperlakukan teman seperti musuh.
Entah apa yang menjadi ketakutannya dia merasa perlu untuk mempertahankan diri. Bila orang lain memberikan masukan yang bahkan penting baginya, dia bertahan seolah-olah orang lain berniat mencuri darinya. Bila orang lain diam dan sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri, dia memulai pertengkaran-pertengkaran karena mereka tidak memperhatikannya.



cemburu it...

aq terdu2k mlamun sdri....
aq sdang cmburu.
it di pkiran ku.

cmburu it. . . .

gg rela or gg ikhlas bla yg lain pnya aq tak pnya.

cantik,
kaya,
cool,
hruskah cmburu??

it bkan cmburu,
tp gg brsykur ma Ilahi....

agh...
lalu cmburu spti apa.

cmburu mlhat...
ada yg lbih tau ttg agama dr qta.
pter ngaji,
pter ngafal quran,
pter pter pter soal agama.

jwbnnya...
jgan cma cmburu,
tp lwan cmbru it.

bt org jg cmburu sma qmu.

hehehe.....


bangga dgn dr sdri,
org yg tak pnah tau ttg hdup mu,
dlm kbaikanmu.

:)

penulis : dyla

inilah salah satu FILM MUSLIM TERBAIK di Dunia

Sebuah film menarik berjudul "Le Grand Voyage” atau "Ar-Rihlatul Akbar" atau kalo dalam bahasa Indonesia "Perjalanan Agung". Dibintangi oleh Nicolas Cazale, Mohamed Majd dan Jacky Nercessian.

Film ini mengisahkan perjalanan seorang ayah bersama anak laki-lakinya (Reda) menuju Mekkah yang penuh makna kehidupan. Reda diminta menemani ayahnya untuk mengantar ke Mekkah menunaikan ibadah haji.
haxims.blogspot.com
Namun sang ayah telah berniat melakukan perjalanan ini tidak menggunakan pesawat, melainkan menggunakan mobil. Jarak yang mereka tempuh kira-kira 5000 km antara Perancis- Mekkah.

Di tengah perjalanannya, Reda bertanya kepada ayahnya, “Kenapa Ayah tidak naik pesawat untuk naik haji? Lebih praktis. Si Ayah menjawab,”Saat air laut naik ke langit, rasa asinnya hilang dan murni kembali. Air laut menguap naik ke awan. Saat menguap, ia menjadi tawar.” Itulah sebabnya lebih baik naik haji berjalan kaki daripada naik kuda. Lebih baik naik kuda dari pada naik mobil. Lebih baik naik mobil daripada naik kapal laut. Lebih baik naik kapal laut daripada naik pesawat.

”Ketika Ayah kecil, almarhum kakekmu berangkat naik keledai. Ayah tak pernah melupakan hari itu. Kakekmu lelaki pemberani. Tiap hari Ayah naik ke atas bukit, disana Ayah bisa lihat cakrawala. Ayah ingin jadi orang pertama yang melihatnya kembali.”

Perjalanan Ayah dan anak sejauh 5000 km ini bukanlah tanpa halangan dan tantangan. Dari Perancis menuju Italia terus ke Slovenia, Kroasia, Yugoslavia, Bulgaria, Turki, Syria, Yordania, dan akhirnya sampai ke Arab Saudi. Perjalanan ini, selain memerlukan stamina yang tangguh, juga dipenuhi berbagai macam cobaan seperti konflik internal antara ayah dan anak, kehilangan uang di tengah perjalanan, tertimbun salju dan lain sebagainya.

Namun perjalanan sesungguhnya bukanlah perjalanan sang ayah yang menunaikan ibadah haji. Perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan sang anak yang menemukan hakikat hidup selama menempuh perjalanan ini. Reda, si anak bukanlah pemuda yang spiritual dan tugas mengantar ayahnya ini semula karena terpaksa disebabkan oleh karena ayahnya tidak bisa menyetir sedangkan kakanya dicabut SIM-nya. Reda masih SMU dan punya pacar sehingga sepanjang perjalanan selalu teringat kekasihnya. Selain itu, Reda sangat egois dan suka kemewahan.

Karena perjalanan inilah, Reda mendapatkan perjalanan rohani yang maha dasyhat. Dari setiap konflik dengan ayahnya, halangan dan tantangan yang secara bersama mampu dihadapi hingga sampai ke tempat tujuan. Akhirnya Reda pun harus menghadapi kenyataan Ayahnya meninggal di tanah suci.

Perjalanan Agung sang Ayah ini telah memberikan perjalanan spiritual tersendiri bagi sang Anak.




hemmmm..... tertarik....... mau lebih jelas ???






Film yang digarap secara sederhana tapi tidak banyak dialog ini, berhasi menjelaskan bagaimana sisi lain kehidupan.

Film Perancis yang menceritakan tentang seorang ayah yang ingin menunaikan
ibadah haji dengan diantarkan oleh putranya yang bukan seorang muslim (dan sedang berpacaran dengan seorang non muslim pula) dengan menggunakan mobil. Tadinya, film yang mengambil basic cerita "perjalanan" ini seperti film-film biasa yang ujung-ujung nya tidak jauh-jauh dari perjalanan spiritual sang anak yang "belajar" dari ayahnya dan akhirnya mendapat hidayah.

Tapi SALAH. Film ini benar-benar tidak menggambarkan adanya pemaksaan atau ajakan dari sang ayah agar putranya mengikuti keyakinan nya. Saat sang ayah mau sholat, beliau hanya izin ke anaknya tanpa mengajak si anak ikut. Dan sepanjang perjalanan pun begitu, tidak ada satu pundialog yang bercerita tentang mempertentangkan atau mencari tahu tentang agama yang satu dan yang lain.

Dialog-dialog yang ada bener-bener natural, selayaknya pembicaraan ayah dan anak lengkap dengan pertentangan yang biasa terjadi (seperti masalah pacar dan sifat si anak yang terlalu gampang dipengaruhi/percaya dengan orang yang baru dikenal).

Sutradara nya juga pintar sekali mempermainkan emosi penonton. Naik turun nya emosi selama perjalanan film ini terasa pas pada tempatnya. Puncaknya adalah saat Reda (sang anak) yang setelah berhari-hari berusaha mencari ayahnya yang tidak juga pulang dan akhirnya menemukan ayahnya dalam keadaan meninggal dunia. Tangis dan raungan Reda benar-benar dramatis, aktingnya sangat pas selayaknya jeritan seorang anak yang baru merasa dekat dan mulai menyayangi ayahnya tapi justru diwaktu yang hampir bersamaan pula dia harus menerima kenyataan untuk kepergian sang ayah.

pas liat adegan itu, langsung Flash Back saat melihat teman saya juga berada di posisi yang sama dengan Reda, saat melihat -A Y A H- hanya sebagai mayat :'(


Airmata akhirnya ga bisa dibendung, jadi ikutan nangis deh… tapi ga malu tuh karena ku yakin banget kalo bukan cuma aku yang mendadak jadi melankolis ^_^
karena sayup-sayup banyak juga isakan tangis yang di denger hehehehe…

Btw,
secara teknik emang gw ngaku gw ga terlalu ngerti.
tapi mungkin beberapa artikel dan testimonial mengenai Le Grand Voyage ini bisa lebih meyakinkan semua orang betapa film ini benar-benar SANGAT BAGUS dan patut diperhitungkan!!!

———————————————————————————————————————————
Pada Jakarta International Film Festival (JIFFest) untuk pembuka akan diputar film Le Grand Voyage yang merupakan peraih penghargaan Venice Film Festival 2004.

Film ini sendiri mengisahkan rekonsiliasi antara ayah dan anak, film asal dua negara itu, Prancis dan Maroko, terpilih sebagai Best Debut Film di Venice.
———————————————————————————————————————————

Semua yang menonton Le Grand Voyage betah, puas, dan terkesan karena content-nya sangat bagus, betapa pun miskin penggarapan teknis.

Padahal, ceritanya juga simpel, dan konfliknya pun tidak meletup-letup. Tentang seorang ayah muslim yang meminta anaknya

(30 tahun tinggal di Paris, sekular, dan berpacaran dengan cewek Perancis) untuk mengantarkannya naik haji menggunakan mobil.

Sepanjang perjalanan melintasi Perancis, Italia, Slovenia, Bosnia, Bulgaria, Turki, dan Arab Saudi, mereka terlibat berbagai ketegangan, konflik, dan akhirnya sama-sama sampai pada titik “saling memahami”.

Yang menarik, semua itu disajikan dengan bahasa gambar yang sederhana namun penuh makna. Di luar dugaan saya, sebagai road movie yang konsepnya adalah memberi pencerahan (umumnya dengan kata-kata) selama perjalanan,dialog dalam film ini sangat irit. Tak ada diskusi atau pertengkaran dengan kalimat-kalimat panjang, cerdas, dan filosofis. Semua dialog terdengar biasa-biasa saja, seperti obrolan sehari-hari dengan ayah kita sendiri. Saya serasa tidak sedang menonton film.

Saya sangat terkesan dengan Le Grand Voyage mungkin karena belakangan terlalu banyak menonton film yang “seru” dan “gegap gempita” (termasuk dialognya). Pasti juga karena film ini memiliki dua hal terpenting dari sebuah film yang bagus menurut saya: kesederhaan dan kelancaran bercerita serta kefasihan mengolah problematika manusia dan kehidupan.

Setting Istanbul-nya sangat indah. Dan benar, terasa sangat dekat, tidak seperti sedang menonton film.


————————————————————————————————————-
Le Grand Voyage yang berkisah tentang perjalanan seorang bapak yang minta diantar anaknya naik haji ke Mekkah, dari Perancis melalui jalan darat, adalah Islam yang hadir antara lain sebagai keteguhan iman. Bagi sang anak, yang terproses oleh keimanan ayahnya sepanjang perjalanan melalui Italia, Slovenia, Kroasia, Bosnia Herzegovina, Yugoslavia,Bulgaria , Turki, Suriah, Jordania, dan akhirnya Arab Saudi, adalah keteguhan ayahnya dalam melakukan ziarah yang telah menyentuhnya. Dengan kata lain, Islam tidak hadir sebagai konsep keimanan, melainkan sebagai iman itu sendiri. Ayahnya telah menerima ziarahnya sebagai perjalanan menuju kematian, tepatnya menuju Tuhan, dan sang anak hanya bisa memahaminya setelah menemukan betapa ayahnya meninggal dalam ritual.

Namun, dalam film ini, iman bukanlah satu-satunya kewajahan Islam. Kedua bapak beranak ini rupanya warga keturunan Maroko di Perancis dan dengan begitu menjadi representasi dunia imigran yang berada dalam pilihan mencari atau mempertahankan identitas. Ayahnya adalah bagian dari Maroko, tetapi anaknya lahir di Perancis dan mempunyai pacar berbeda agamakonflik dalam perjalanan yang mengembangkan alur sepanjang film, memperlihatkan betapa lokasi geografis sangat bisa menjadi faktor determinan dalam penafsiran agama. Atau dengan kata lain, diaspora Muslim ke berbagai penjuru dunia tidaklah merujuk kepada ketercerabutan akar budaya, melainkan berkembangnya kemungkinan baru dalam penafsiran.

Kedua pria berbeda generasi itu duduk bersebelahan. Meski berlindung di sebuah ceruk, hantaman badai salju tak mampu menahan rasa dingin dari tubuh mereka. Kemudian, dalam hening, tercetus sebuah pertanyaan yang telah mengganggu benak pria muda itu setelah sekian lama.

"Mengapa ayah tak naik pesawat saja untuk ke Mekkah?". Sang ayah sejenak terdiam, kemudian ia menjawab dengan sebuah perumpamaan. Namun, sang anak tetap tak mengerti. Akhirnya sang ayah pun menjawab bahwa semakin sulit sebuah perjalanan, semakin besar kemungkinan memurnikan kembali setiap jiwa.

Perjalanan ini memang tak main-main. Dengan sebuah mobil minivan biru yang sudah bobrok, ayah dan anak itu melalui perjalanan sejauh 3.000 mil. Jarak sejauh itu mereka tempuh dari kediaman mereka yang terletak di bagian selatan Prancis menuju tempat yang dirindukan oleh seluruh muslim di dunia: Tanah Suci Mekkah.

Perjalanan itu akhirnya membuka masalah penting yang tak pernah mereka sadari selama ini: perbedaan generasi. Film Le Grand Voyage besutan sutradara Ismael Ferroukhi ini dengan gemilang membidik rapuhnya hubungan antara ayah dan anak yang berbeda dalam semua aspek. Sang ayah, yang diperankan dengan apik oleh aktor kawakan Mohammed Majd, adalah seorang imigran Maroko yang menetap di Prancis selama 30 tahun. Ia masih memegang teguh adat dan agama yang dipeluknya, termasuk kultur daratan Arab yang menganggap ayah sebagai figur dominan. Ia tak pernah merasa perlu untuk menjelaskan tindakannya meski itu bertentangan dengan kultur ataupun kebiasaan masa kini.

Sementara itu, Reda (Nicolas Cazale), sang anak, adalah tipikal generasi kedua imigran. Ia tak lagi memegang adat Arab seperti ayahnya. Bahkan ia berpacaran dengan perempuan Prancis yang tak seiman. Ia tak bisa berbahasa Arab apalagi salat seperti ayahnya.

Perbedaan dunia ini disatukan setelah Reda terpaksa mengantar ayahnya ke Mekkah karena sang abang dicabut surat izin mengemudinya. Perjalanan mereka dipenuhi pertengkaran sekaligus kelucuan ironis. Misalnya saatReda yang merajuk ingin memakan daging, maka kamera milik abangnya ditukar dengan seekor kambing oleh ayahnya. Saat hendak disembelih, kambing itu lari dan menghilang.

Berbagai peristiwa yang timbul dalam perjalanan mereka kemudian memberikan pemahaman baru akan hubungan kasih antara ayah dan anak. Meski mereka selalu bertengkar, ada ikatan maya yang terus merekatkan mereka. Apalagi ketika muncul tokoh Mustafa (Jacky Nercessian). Dalam sekejap, sosoknya memberi makna figur ayah yang didambakanReda: lebih moderat. Toh, setelah mengetahui bahwa Mustafa tak lebih dari penipu, mereka kembali bersatu.

Film yang digarap pada 2004 ini menampilkan keindahan negara-negara daratan Eropa yang dilewati dalam perjalanan spiritual ini. Anda dapat menyaksikan dinginnya salju di bekas Yugoslavia dan Bulgaria, keindahan seribu masjid di Turki, padang pasir tak bertepi di negara-negara Arab, juga sekelumit prosesi ibadah haji.

Bisa dikatakan inti film ini adalah pada perjalanan itu sendiri, yang mengingatkan kita pada film Mosieur Ibrahim et les fleur de Coran (Frans Dupeyron, 2003) yang diputar di JiFFest tahun lalu. Film ini juga mengisahkan perjalanan dua generasi melintasi Eropa. Pencarian makna hidup yang ditemukan dalam sebuah perjalanan terdapat di film Y Tu Mamambi (Alfonso Cuar 2001).

Meski film berdurasi 108 menit ini berjalan agak lamban dan terdapat adegan yang mengganggu, yakni keberadaan seorang perempuan misterius yang ditemui pasangan itu di luar Beograd, toh kedalaman ceritanya tetap terasa. Pantas jika film ini diganjar tiga penghargaan, yakni film terbaik dan aktor terbaik untuk Mohhamed Majd dalam Festival Film Mar del Plata di Argentina pada 2005 serta penghargaan Luigi De Laurentiis Award dalam Festival Film Cannes 2004.

cemburu itu....

Ya Allah,,,,
knapa cemburu itu ada ketika kumelihat hambamu begitu taat kepadaMu

6 tanda Lailatul Qadar


Diantara kita mungkin pernah mendengar tanda-tanda malam lailatul qadar yang telah tersebar di masyarakat luas. Sebagian kaum muslimin awam memiliki beragam khurofat dan keyakinan bathil

seputar tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah asin, anjing-anjing tidak menggonggong, dan beberapa tanda yang jelas bathil dan rusak. Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil, sedangkan tanda-tanda di atas sudah jelas kebathilannya karena tidak adanya dalil baik dari al-Quran ataupun hadist yang mendukungnya.

Lalu bagaimanakah tanda-tanda yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini ? Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah mengabarkan kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tandanya, yaitu:

1. Udara dan suasana pagi yang tenang
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)

2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya
Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)

3. Terkadang terbawa dalam mimpi
Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum

4. Bulan nampak separuh bulatan
Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,

“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)

Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.



Memahami Pasangan


Lelaki dan perempuan berbicara dengan pemaknaan yang berbeda. Agar tak jadi keretakan dalam berumahtangga, maka suami istri harus pandai berkomunikasi.

Semua orang pasti ingin dipahami, dimengerti apa maunya, dipenuhi kebutuhannya, dan dituruti keinginannya. Seorang istri yang sudah seharian sibuk dengan anak dan pekerjaan rumah, pasti sangat bahagia bila suami ikut membantu menjaga anak atau sekadar mencuci piring. Demikian pula seorang suami yang lelah setelah bekerja, pasti ingin disambut dan dilayani begitu sampai di depan rumah.


Tujuan Bersama
Pernikahan adalah bersatunya dua anak manusia yang berlainan jenis dan latar belakang. Lelaki dan perempuan dalam sebuah biduk rumah tangga laksana kepingan-kepingan puzzel yang satu sama lain akan saling mengisi. Mereka saling bersinergi, menyatukan dua kesatuan yang utuh. Semua itu hanya bisa terwujud, bila masing-masing pihak yakin bahwa terdapat keuntungan lebih besar jika menyatukan kekuatan, energi, bakat, dan sumber daya daripada tetap sendiri-sendiri.


Dalam Islam, pernikahan bukan sekadar melengkapi fitrah sebagai manusia, tetapi terwujudnya cita-cita besar membangun peradaban yang sesuai dengan nilai-nilai Ilahiyah. Cita-cita besar ini harus diawali dengan terbentuknya pribadi-pribadi yang mengenal dirinya. Mengenal bahwa ia membutuhkan orang lain untuk mengisi kekurangannya, melengkapi dirinya sebagai seorang manusia. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (Kebesaran Allah)” (Adz-Dzariyat [51]: 49).

Ketika seseorang menikah, itu artinya ia sepakat untuk menjadikan pasangannya sebagai bagian dari hidupnya. Ia perlu menyediakan tempat dalam kehidupannya untuk ‘manusia lain’. Ia tidak bisa lagi bertindak seenak hati, kapan saja, tanpa mempertimbangkan keinginan pasangannya. Ia harus bersedia melakukan penyesuaian, karena ada orang lain yang menapaki waktu dan berbagi perjalanan hidup bersamanya demi tujuan besar itu.

Kenali Pasangan
Lelaki dan perempuan adalah dua makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) ciptakan berbeda. Bukan saja berbeda secara fisik, melainkan juga dalam cara berkomunikasi, cara berpikir, merasa, memahami, bereaksi, menanggapi, mencintai, dan memberi penghargaan. Mereka hampir-hampir seperti berasal dari planet yang berbeda, berbicara dengan bahasa yang berbeda.

Masing-masing mempunyai peran yang berbeda dan saling melengkapi. Laki-laku dengan fitrahnya sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab atas kebutuhan keluarga. Laki-laki lebih mampu bekerja, berjuang, dan berusaha di luar rumah. Perempuan diciptakan dengan perasaan yang halus karena disiapkan Allah SWT sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya dan diberi kemampuan untuk mengurus rumah tangga. Seorang ‘Umar bin Khaththab pun tidak keberatan ketika diomeli istrinya. “Mengapa aku harus marah padanya? Ia sudah melahirkan dan mengurus anak-anakku.”

Selain itu, yang perlu diketahui untuk lebih mengenal siapa pasangan Anda sesungguhnya, adalah dengan mengenal keluarganya; bagaimana ia dididik dan diasuh oleh orangtuanya. Apakah ia terbiasa diasuh dengan pola disiplin yang tinggi atau selalu dimanja. Menurut Psikolog Keluarga, Elly Risman Musa, pola asuh akan membentuk karakter seseorang.

Kesadaran inilah yang harus dibangun. Tanpa kesadaran tersebut, suami dan istri akan selalu berselisih karena berharap pasangannya mirip dirinya. Kondisi seperti ini tentu sangat tidak kondusif dan kontraproduktif dalam membangun kebersamaan mencapai keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Ubah Paradigma
Sebelum menikah, yang menjadi pusat perhatian seseorang adalah dirinya sendiri. Namun, setelah menikah sudut pandangnya berubah dari “aku” ke “kita”. Jika selama ini Anda hanya memikirkan keinginan atau kebutuhan diri Anda sendiri, sekarang cobalah ubah paradigma tersebut. Jika dulu segala hal selalu terpusat pada diri Anda (egosentris), sekarang pusat perhatian tersebut adalah kepentingan bersama; Anda dan pasangan.

Sekarang Anda tidak lagi sendiri. Ada orang lain yang berbagi kehidupan dengan Anda. Anda harus memahami bahwa bukan keinginan Anda saja yang harus selalu dituruti. Anda harus mau mengubah rencana sewaktu-waktu demi menampung aspirasi pasangan Anda. Semua itu demi kebahagiaan Anda berdua, demi mewujudkan tujuan bersama.

Bila Anda seorang laki-laki, sekarang Anda telah memiliki istri. Istri yang menjadi tanggung jawab Anda di dunia dan akhirat. Ada hak-haknya yang harus Anda perhatikan dan penuhi. Dan, bila Anda seorang perempuan, sekarang Anda telah memiliki wali, pengganti orangtua yang harus Anda taati. “…Seorang suami adalah pemimpin, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya itu. Seorang Istri adalah pemimpin, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya itu…” (Riwayat Bukhari)


Komunikasi

Dengan komunikasi yang baik, suami dan istri saling mengenal siapa diri mereka, apa yang mereka butuhkan dan inginkan, dan bagaimana perasaan mereka. Tanpa komunikasi, sebuah hubungan akan sangat sulit dibangun.

Sesungguhnya komunikasi tidak hanya berbicara dan mendengarkan tetapi menyangkut penciptaan saluran-saluran terbuka bagi aliran informasi tentang pikiran dan perasaan. Dasarnya adalah saling menghargai dan memahami serta kesediaan menyingkap yang sebenarnya.

Sampaikanlah kepada pasangan apa yang Anda sukai dan tidak disukai. Sampaikan pula apa yang Anda inginkan dari pasangan. Jangan berharap pasangan mengerti apa yang Anda inginkan, jika tidak dikomunikasikan. Ingat, bahwa Anda dan pasangan punya cara berpikir yang berbeda. Jalan pikiran Anda dan dia tidak sama. Oleh karena itu, jangan berpikir menurut cara berpikir Anda.

Jangan pernah mempunyai anggapan bila pasangan mencintai Anda, itu berarti ia selalu tahu apa yang Anda inginkan. Pasangan tetap seorang manusia biasa yang tidak dapat mengetahui apa yang tersimpan dalam hati. Malah terkadang, sesuatu yang menurut Anda begitu jelas terlihat, bisa jadi menurut pasangan tidak.

Perhatikanlah waktu dan cara yang tepat untuk mengomunikasikan apa yang menjadi keinginan Anda. Dengan mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang efektif, memungkinkan Anda mengungkapkan diri dengan jelas. Mulai dari sesuatu yang Anda anggap remeh sampai masalah yang sangat penting dan genting sekalipun. Bahkan, dengan komunikasi yang efektif, Anda bisa dengan tepat mengungkapkan apa yang Anda rasakan dan memastikan pasangan Anda bisa menerima dengan baik.

Terlepas dari semua itu, keyakinan bahwa Allah-lah yang mengatur siapa yang menjadi pasangan atau jodoh Anda perlu sungguh-sungguh ditanamkan. Juga, bahwa setiap manusia diciptakan berbeda satu sama lain. Pada masing-masing orang, Allah berikan kelebihan dan kekurangan. Kekurangan apa pun yang dimiliki pasangan Anda, terimalah itu dengan hati yang lapang. Bisa jadi Allah menjadikan banyak kebaikan di balik itu semua (An-Nisa [4]: 19).

i want to. . .

kematian!!
tllu ngeri dan pnuh dgn ktakutan tk membhas ttg itu.
tak da 1 manusiapun yg tahu kpan malaikat izrail yg dprntahkan oleh ALLAH dtg untk mencbt nyawa qta.
kmatian tak brarti manusia brakhr di umur tua.
bhkan kmatian jg dtang di umur qt mash belia,bhkan kmatian jg dtg dsaat qt bru dlhirkan di muka bumi ini.
kematian tak hnya dtang dsaat skit yg qt alami,
kematian jg bs dtg dsaat qt happy,brkmpul dgn org2 yg qt cntai.
ah..sungguh tak da 1 pun yg thu kpan kematian it dtang.
kcuali ALLAH yg maha tahu.
Dialah yg tlah mencptakan manusia dan memangglnya kmbali
tanpa qta thu kpan wktu itu tiba.
aq takut bla kmatian it dtg aq dlm keadan kotor,
krna amalqu msh blum ckup tk membli tiket surgamu ya ALLAH.
aq sngguh takut kematian it dtg menghmpriku.
ya Rabbi aq pnya keinginan sblum kmatian it dtg kpdaku.
aq ingn dlam keadaan suci aq bsa menyalatkan mengkafani,memandikan,membaca quran kpda org2 yg aq cintai sblm kmatian dtg kpadaku.
ya ALLAH...
bla malaikat izrail dtg menghampri keluargaku atw org tuaku.
sdangkan aq msh Engkau brikan ksmpatan tk hidup.
maka ijinkanlah aq dlam keadaan suci.
krna sungguh kuingn melakukan 4 perkara yg wajib ku lakukan kpda org2 yg tlah Engkau pggl sblum aq.
it pinta ku ya rabbi. . . .
mskpun di dunia ini aq bnyak melakukan ksalahan kpada mereka,
maka ijinkanlah aq tk melakukan 4 perkara tsb.
tp bla Engkau memanggl ku trlbih dlu dr mereka.
mka sngguh aq tak bsa melwan takdir dan kehendakmu.

penulis : dyla

my dream

tllu dini tllu belia bgiku tk membhas membcrakan ttg pnikahan.
hdup brsma org yg qt cinta dlam 1 hbgan yg halal.
hdup brsma membgun agama yg baik brsma org yg qt syang.
dsaat spertiga mlam,ingn rsanya melakukan sholat tahajud breng,
solat brjamaah dwktu solat tba.
dan mlakukan puasa sunah bersma.
dsaat ksepian dtang, membaca alquran bersama. du2k dipangkuan suami smbl mendgarkan nya melantunkan nama MU yaALLAH. bljar ttg ksbaran,
bljar ttg pgertian,
dan menjdikan anak2ku yg soleh dan soleha.
pghafal quran,
menjdikan anak2ku yg membntu org tuanya terlindungi dr api neraka.
krna rasul brkata, 3 anak yg soleh akan memberi kslmatan kpda org tuanya.
aq ingn sekali.
membimbing anak2ku ajaran islam.
bljar ttg ksabaran,brjiwa besar,sopan sntun, sling memaafkan.
dan blajar tk brsedekah.

ah dyla dyla. . .
drimu tllu mgharap.
ya rabbi. . .ampuni hati dan pkiran ini.
krna kelak ku ingn mencptakan keluarga yg sakinah,mawaddah warrahmah.


by dyla

tak perlu utk bersedih

apa yg ada di pikiran qta di saat qt brsedih?
apa hati qta brkata,
tak ad yg pdli,
nasib qu sial,
tuhan tak adil,
napa aq tak bsa mrskan kbhagiaan spti mreka.

smua plhan diatas tntu ad dstiap pkran manusia bla brsdih.
seperti layaknya aq.
aq jg mrskan hal demikian.
pkran jhat sllu menganggu pkiranku
dkala ku sdih.

tpi...
kni ku sadari,
bla ksedhan yg kualami
krna suatu cobaan sdang kuhadapi.
aq sadar...
cobaan itu menjadikan aq tuk tau ttg hidup.
ksdihanqu ini bknlah ksdihan yg qu alami sja.
msh ada mnusia yg brsdih krna cobaan yg dbrikan kpda mreka
lbh parah dr pa yg qu alami.
jdi...
bla ku brsedih,
aq hanya ingat ALLAH yg sllu ada tk ku.
mungkn ALLAH sdang mguji ksabaran ku.
dan bla qu bersedih
aq jga brpikir bhwa di dunia ini,
bkan aq saja yg mgalami cobaan.
msih bnyak manusia yg mghadapi cobaan
yg lbh parah dr qt.

don't sad...
but selalulah tersenyum.
kta tdk sdiri.
ada ALLAH yg sllu ada
untuk kita.

:)

penulis : dyla

cinta yg kuinginkan

spti pa cinta it sesungguhnya.
cinta it membt qt happy, gembira, sdih, kecewa, dan bhkan trluka.
cinta it slit tk di tebak.
ia tak bsa dtang dgn ssuai keinginan qt.
tp dia dtg tnpa kta sadari.
cinta kpda manusia,
makhluk ciptaan Tuhan yg tlah dibrikan kpda qt
sjak qt lahir yg mnjadi psgan qt.
aq ingn mersakn cinta.
cinta dr seorg lelaki yg membt qu tcipta dr tlang rusuknya.
tetapi sungguh ku ingn mersakan cinta itu smpai klak nti aq sah mnjadi istrinya.
mraskan cinta yg abadi yg tlus yg tak pnah membt qu terluka dan kecewa.
cinta itu cinta kepada ALLAH SWT.

:)

penulis : dyla