Ajarkan aku ALLAH


ALLAH…
Ajarkan aku bersabar,
seperti kekasihMU Muhammad
Bersabar ketika di hina dan di caci, bersabar di saat musibah, dan bersabar dengan cobaanMU
ALLAH…
Ajarkan aku bersyukur,
Seperti kekasihMU Muhammad
Bersyukur dengan segala pemberian dariMu
ALLAH…
Ajarkan aku bersikap malu
Seperti kekasihMU Muhammad
Malu kepadaMU karena Engkau Maha Melihat
ALLAH…
Ajarkan aku untuk jujur
Seperti kekasihMU Muhammad
Jujur dalam bersikap dan jujur dalam bertindak
ALLAH
Ajarkan aku takut hanya kepadaMU
Seperti kekasihMU Muhammad
Karena ketakutanku yang mendorongku untuk mengenaliMU
ALLAH…
Ajarkan aku untuk menjadi hambaMU yang takwa dan taat kepadaMU
Yang beriman kepadaMU dan kepada kekasihMU Muhammad
Agar kelak aku dapat bertemu dengan MU dan kekasihMU di Syurga MU
Do’a hamba ALLAH yang sedang mencari hidayahNYA


Dyla, 22 Nov 2011

tetap dosa lhoo!!!!!

Dosa kecil?????
Iya…tapi kan lama-lama jadi bukit!!!!
Ayo Brantasssssss,,,,,,,,,,,
^_^
ALLAHU AKBAR
Sebelum mulai untuk menulis ana mohon maaf kepada pembaca, tulisan ini tak bermaksud untuk menyinggung siapa saja yang sedang membaca.
Hanya bertujuan untuk saling mengingatkan ana dan anda dari hal sekecil apapun itu.
Tulisan ini bermaksud untuk mengajak ana dan anda mengintropeksikan diri , masing-masing kita untuk mengamalkan perlahan-lahan ASMAUL HUSNA
Saat terpikir di hati, bagaimana mengamalkan Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari???
Bukan sekedar untuk diketahui saja tapi untuk diamalkan!!!!
ALLAHU BASHIRU (ALLAH MAHA MELIHAT),
ALLAHU ‘ALIM (ALLAH MAHA MENGETAHUI)
Bagaimana ku amalkan???
huhft…ana memikirkan apa yang selama ini ana abaikan dari apa yang ana ketahui???
Hati ini teringat,,,saat ana(mungkin anda pernah mengalaminya)mengikuti quiz, midterm, final di kampus maupun di sekolah.
Demi sebuah nilai yang di harapkan, atau untuk sebuah nilai tertinggi
Diri ini menghalalkan apa yang di haramkan.
Melihat contekan saat pengawas lalai,
Melihat contekan saat pengawas sedang tak melihat kearah ana
Melihat contekan saat pengawas tidak mengetahuinya
Tapi sadarkah diri ini bahwa Sang Pencipta MAHA MELIHAT??????
Bahwa Sang Kuasa MAHA MENGETAHUI????
untuk apa nilai yang bagus bila toh dengan cara yang salah????
Dengan cara yang tidak diridhai ALLAH…
Telah ku abaikan dosa yang begitu kecil
Lupa saat itu bahwa yang telah kulakukan adalah dosa,
Lupa saat itu bahwa malaikat sedang catat keburukan ku,
Dan yang lebih parah lupa pada saat itu ALLAH MAHA MELIHAT dan MENGETAHUI???
Astagfirullah…
Saat kuamalkan, begitu berat, karena setan punya sejuta cara untuk membuat ku lupa akan hal itu
Tapi aku punya lebih cara untuk mengalahkannya
“Allah…hari ini aku akan mengikuti midterm/quiz/final dan ku mohon ingatkan aku bahwa ENGKAU MAHA MELIHAT dan MAHA MENGETAHUI”
Kuamalkan saat itu berlangsung, tiba pada titik ujian imanku, saat aku tak tahu pada jawaban apa yang harus kujawab,
Diri ini ingin rasanya melupakan hal itu bahwa ALLAH MELIHATKU.
Setan datang dengan alasan untuk ku ingkari dari apa yang ku ketahui “ayooo lihat saja contekan teman mu, toh lagi gag di lihat tu sama pengawas, ntar nilai mu bisa bagus. hmmmm kalo gag lihat contekan ntar nilainya jelek.”
Dengan basmallah dan ta’awudz ku ucapkan dari lisan ku dan memohon kepada ALLAH
“ALLAH tolong kuatkan kan iman ku, bahwa ENGKAU MAHA MELIHAT dan MAHA MENGETAHUI
Jangan biarkan aku mencari murka Mu dengan menghalalkan apa yang Kau haramkan!!!
Biarkan nilai ini jelek/buruk toh kesalahan ku tak belajar
Bukankah yang kuharapkan keridhaan dari MU???bukan sebuah nilai yang bagus
Untuk sebuah nilai dapat kulakukan dengan belajar dan berdo’a kepadaMU
ALLAH tolong aku untuk selalu ingat bahwa ENGKAU MAHA MELIHAT dan MENGETAHUI dalam pekerjaanku sekecil apapun itu
Karena ku tak ingin melupakan dosa walau sekecil apapun itu.
Diri ini manusia biasa yang masih belajar,
Belajar untuk sebuah kata yang dicintai oleh NYA “ISTIQOMAH”
Pernah sekali-kali untuk mengabaikan apa yang telah ku ketahui,
kalah dengan rayuan musuh (setan)
Tapi kemudian hati ini menjerit
“ALLAH……maafkan aku
Aku telah menjadi hambaMU yang pantas dikatakan munafik/fasik
Ku tahu dosa yang begitu besar karena mengerjakan untuk sebuah perbuatan yang tidak ENGKAU ridhai…”
:’(
ALLAH ingatkan dalam hatiku untuk mencari keridhaan dariMU bukan kemurkaan dariMU
ALLAH tanamkan di hati ini : ALLAHU MA’I (Allah bersamaku), ALLAHU NAADHIRI (Allah melihatku), ALLAHU SYAAHIDI (Allah menyaksikanku ).
Hamba ALLAH yang sedang mencari ridhaNYA
Dyla, 22 Nov 2011

tak ada kata "pacaran islami"


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Masa-masa muda adalah masa-masa yang paling trindah dalam kehidupan seseorang, apalagi pemuda yang hidup seperti zaman sekarang ini, rasa gengsi dan ikut-ikutan sudah menjadi suatu kebiasaan seperti tren memiliki pacar..
dalam kesempatan kali ini kita akan luruskan pandangan bagaimana pacaran menurut islam.,
selamat membaca..
Pacaran sudah menjadi hal lumrah di kalangan para pemuda pemudi kita,termasuk kepada mereka para pemuda islam, adi yang saat itu sedang berada didalam angkutan kota menemukan dua orang pelajar yang sedang asik membicarakan pacar mereka masing-masing..
bunyi pesan sms masuk,,
pelajar 1: oho, sms-san sama siapa ne?? perasaan dari tadi asik bener..dari tdi tuang tuing tuang tuing aja..
pelajar 2: ngomong sama gue lo
pelajar 1: bukan, gue ngomong sma pohon,. ya sama kamu lah...
pelajar 2: gak becanda,sori yeh, yang belum punya pacar jangan dibikin pusing deh..
pelajar 1: enak aja kamu, siapa pulang aku ndak punya pacar.. ya punya lah..
pelajar 2: bentar2.. gue lagi sms-san sama akhwat gue nih..
pelajar 1: oo.. nama cewek kamu itu akhwat too..koq aneh bnget ya..
Pelajar 2: bukan aneh kalee, hari gene gak tau akhwat,..akhwat itu cewek,tapi ceweknya berbeda nih, cewek gue ini berjilbab men,,.
pelajar 1: hm.. jadi pacar kamu itu pake jilbab ya>>??
pelajar 2: iya donk. gue kan RoHis gitu lhoh..masa' punya pacar gag berjilbab..harga diri gue sebagai pelajar muslim di kemanain,.klu begitu,.
pelajar 1: ya, klu aq sih,tau lah aq kan gabung sama bola basket ya kn!?? jadi pacarku ndak pake jelbab,,kamu tau kn si noni?? si noni, yang grup pemandu suara itu,,
pelajar2: ini ni, ini kesempatan besar buat lo men,
pelajar1: lhoh, kesempatan apa to??
pelajar2: iye, lu bisa dakwahin dia, ksih tau klu jelbab itu penting,,
pelajar1: kirain kesempatan apa..
pelajar2: Insya ALLAh, dia akan lebih mendengar kata- kata pacarnya daripada kata-kata guru, orang tuanya bahkan ustadz sekalipun
pelajar1: ya,bener jg sih,,tapi kira2 si noni mau ndak pake jilbab ya??
pelajar2; coba aja terus,kasih puisi2 sama lo,.. kirim sms ato loe kasih kado kerudung buat dia..pasti dia akan lebih sayang sama loe, dan yang penting ne dia bisa pake jilbab men,, keren kn tuh..
pelajar1: iya, paham paham paham..
waah,.mulai ngaco anak ini. mereka salah kaprah..bismillah, aku akan mencoba menegur mereka(didalam hati adi)
Adi : Assalamu'alaikum,,
pelajar 1&2 : wa'alaikumussalam warahmatullahi wabaraakatuh,,
Adi : waduh, pulang sekolah nie,,???
pelajar 1&2: iya nie kak..
Adi : dari tadi kakak dengerin kalian asik betul membicarakan soal pacar,emang kalian sudah punya pacar ya>>??
pelajar 2: iya donk kak, masak hari gini ndak punya pacar..ya gak??
pelajar1: iya kak,,
Adi : menurut kakak nie pacaran itu gak boleh
pelajar 1&2 : haah., gak blh??
pelajar1 : gak blh sama siapa to kak?? guru2 disekolah biasa aja tuh.,
pelajar 2: iya..
pelajar 1: orang tua, bapak ibu ya biasa aja,,jadi menurut qt sih pacaran biasa-biasa aja kn??
pelajar 2: iya kak,.
Adi : biasa menurut kita,.menurut ALLAH dan Rasul-Nya hal tersebut dilarang keras loh,,
pelajar2: klu aq sih itu bisa jadi ladang dakwah sih kak,, saling mengingatkan dan saling menasehati kan waajib,,ya, pacaran itu kn menjadi ladang dakwah buat kita, ya kn??
pelajar 1: iya sih,.
Adi : jadi apa dakwah bisa ditempuh dengan jalan yang maksiat???
pelajar 2: koq maksiat sih kak??
Adi : iya, itu maksiat,.. apalagi kamu yang mengaku sebagai ketua RoHis., harusnya tau akan hal ini..baik, mgkn kamu lupa rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama pernh bersabda y artinya begini:"jangan sekali-sekali orang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan melainkan si perempuan itu bersama mahramnya" ini hadits shahih lhoo, riwayat imam Ahmad, dengan berpacaran berarti akan membuka peluang untuk kalian saling bertemu., kemudian bisa berpegangan ya kn?? sampai hal-hal yang dlarang oleh agama,,
pelajar 2: tapi kak alhamdulillah saya tidak melakukan sampai sejauh itu, saya tetap menjaga diri dengan berusaha melakukan interaksi melalui sms aja kak..klu terpaksa kami harus bertemu, itu hanya disekolah saja.. begitu kak.
Adi : tetap saja itu zina namanya..ingat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama jg pernh bersabda:"tercatat atas ank adam nasibnya dari perzinahan dan ia pasti mengalaminya, kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya berbicara, tangan zinanya memaksa atau memegang dengan keras, kaki pun zinanya melangkah yakni berjalan, hati yang berhasrat dan berharap juga berzina dan zinanya hati adalah berhasrat dan berharap,semua itu dibenarkan oleh kelamin atau digagalkannya" ini riwayat bukhari., berarti shahih haditsnya.. nah,dengan dalil ini telah jelas bukan bhwa dalam islam itu tidak ada pacaran, apalagi pacaran yang dibungkus dengan kata2 islami..
pelajar 1: ya ampuun,.pacaran kata kamu yang islami aja salah, apalagi gaya pacaranku sama si noni.waduuh,astaghfirullah, nampaknya aq telah salah kaprah to..
pelajar 2: ya ALLAH,. kita semua salah ya?/? semoga ALLAh mengampuni kesalahan kita ini, mulai sekarang gue gak mau deh pacaran-pacaran..
Adi : ya, mudah2an kita diberi kekuatan oleh ALLAH untuk meninggalkan semua apa-apa yang dilarang-Nya dan diberi kemudahan untuk mengamalkan segala perintah-Nya..
pelajar 1 &2 : Aamiin..
Adi: stop pak, kiri2,,
pelajar 1 : oh disini kak??
Adi : iya, maaf ya?? ka2k harus turun disini
pelajar1 : klu begitu terimakasih banyak kak ya>>?
Adi : ya, mudah2an kita bisa bertemu lagi ya?? Assalamu'alaikum
pelajar 1&2 : wa'alaikumussalam warahmatullah
Cinta yang dibungkus dengan pacaran pada hakikatnya adalah nafsu syahwat belaka, bukan kasih sayang yang sesungguhnya,bukan rasa cinta yang sebenarnya dan dia tidak akan mengalami ketenangan karena dia berada dalam perbuatan dosa dan laknat ALLAh 'azza wa jalla, terlebih lagi jika mereka hidup berduaan tanpa ikatan pernikahan yang sah, mereka akan terjerumus kedalam lembah perzinahan yang menghinakan mereka di dunia dan akhirat..
semoga dengan cerita pendek ini kita dapat mengambil hikmah dan faedah yang besar
wabillahi at-taufiq wa al-hidayah
Assalamu'alaikum wr wb,,
fajrifm

surat qu untuk kekasihqu RASULULLAH

Untuk Rasulku Penghulu Sekalian Nabi,
Pembawa Rahmat Buat Sekalian Alam.
Assalamu’alaikum ya Rasulullah…
Dengan rasa cinta di hati yang begitu dalam, ku gerakkan jemari tangan kananku untuk menulis surat cinta ini kepada engkau Muhammad Rasulku yang menjadi panutan hidupku.
Walaupun aku tahu...
Surat ini tak sampai kepadamu, ku berharap kelak nanti Allah mengizinkan aku untuk membacanya dihadapanmu...
Surat ini mungkinlah tak seindah syair-syair Jalaluddin Rumi , Abdullah Ibnu Rawahah...
Namun dengan kekuatan cinta & rinduku padamu...
Ya Muhammad ku, Rasulku, Pemimpinku ku...
Hamba gariskan pena ini hingga menjadi ungkapan kata-kata ku...
kata-kata ku yang terwakilkan dari hati umatmu Ya Bagindaku Muhammad SAW...
Muhammad Ku…
Dengarlah rintihan tangisan rindu hamba ! ! !
Ungkapan dari Umatmu yang hina ini, yang berlumuran dosa-dosa... betapa hina nya hamba bila bertemu denganmu wahai Muhammadku, Malu hamba!
Ampuni aku ya Rabb.....
Ya Rasulullah pemimpinku…
Engkau telah berikan wasiat kepada kami..
Namun...
Namun...
Namun..., aku lebih terpedaya dari dunia, hati ini tertutupi dari Nur yang engkau bawa... "Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli." (Hadis riwayat Abu Daud dan Ahmad)
Maafkan aku Rasul ku, cinta mu begitu besar kepada Umatmu namun aku balas dengan diri yang kotor
Wahai sang pemilik rindu ku ini...
Sungguh malu hamba bila bertemu dengan mu...
Namun... kekuatan Cinta & Rindu ini tak kan ku sia-siakan begitu saja, aku ingin Melejit dari lobang ke hampaan ini! Aku ingin pergi! Aku Tidak ingin seperti mereka...!
Akan kutemui dikau Bagindaku, di Kerajaan Mu!!!
’Siapa yang ta`at kepadaku niscaya ia masuk surga dan siapa yang bermaksiat (melanggar) kepadaku maka sesungguhnya dialah orangnya yang enggan itu.'’) H.R. Bukhari.
Ya Rasulullah pemimpinku…
Meskipun di dunia ini kita tak pernah bersua dan tak pernah mendengar suaramu, tetapi sunnahmu yang membuat aku dapat merasakan kehadiranmu disini, di dalam hidupku. Sikap, sifat, dan perkataanmu yang menjadi sunnah bagi umat muslim, mengaplikasikannya dalam kehidupanku sehari-hari menjadi bukti rasa cintaku ini kepadamu, dan menjadikan makhluk Allah yang beriman kepada-Nya. Ku laksanakan ajaran darimu dan kutinggalkan laranganmu, walau terkadang aku terjatuh dan gagal disaat cobaan datang menghampiriku. Aku coba untuk bangun, bersabar dan tegar sepertimu, tetapi aku terjatuh lagi ya Rasulullah…
Begitu mudahnya aku menyerah dalam meneruskan dakwahmu disaat cacian dan hinaan yang aku dapatkan. Ingin sekali kuceritakan kepadamu, tetapi aku malu bila mengingat perjuanganmu dalam menegakkan kata “Laa ilaa Haillallah…”
Muhammad kebanggaanku…
Engkaulah penyemangat hari-hariku untuk semakin taat beribadah kepada Tuhan kita Allah SWT, sabdamu begitu membuat aku mencintai Allah dan mencintaimu.
Ya Rasulullah…
Hati ini menangis ketika ku tahu begitu cintanya engkau kepada kami, engkau berdoa kepada Allah, kesakitan disaat ajal menjemput tak ingin umatmu merasakannya. Engkau cintai kami sepenuh hati, disaat ajal menjemputmu engkau masih memperdulikan kami.
Ummati,
Ummati,
Ummati…
itulah yang kau katakan. Maafkanlah diri ini ya Muhammad… rasa cinta ini belum sebesar rasa cintamu kepada kami.
Baginda Rasulullah…
Ku tadahkan tangan ini dan memohon kepada Allah, bila malaikat Izrail datang menjemput ajalku, semoga Allah memilih aku dari seribu umatmu untuk menjadi salah satu hamba Allah yang dapat bertemu denganmu. Kelak di akhirat aku ingin dibangkitkan bersama engkau yang kucintai, wahai rasulku…
Di Maulidmu ini, seluruh alam bergembira dengan kedatangan diri Mu, Semangat Cinta & Rindu di hati ini dalam meneruskan perjuanganmu, tak urung niatku untuk menyerah, walaupun beberapa abad sudah kepergianmu meninggalkan kami, tetapi kehadiranmu membawa cahaya bagi kalbu.
Ya Rasulullah…
Dalam sujudku kepada Allah yang Maha mendengar, ku titipkan salam rinduku untukmu, untuk kekasih Allah.
Semoga di surga-Nya kita dipertemukan.
12 Rabiul Awal 1432 H

Mengendalikan Marah


Cara Mengurus Kemarahan
Kiriman: aziee
Editor : b_b


Bagaimanakah perasaan anda hari ini? Adakah anda rasa marah? Gembira? Murung? Kecewa? Takut? Bersalah? Tersinggung? Hormat? Bertanggungjawab? Bolehkah anda mengenalpasti dengan tepat apa yang anda rasa? Bolehkah anda cari perkataan-perkataan lain untuk mencerminkan apa yang anda rasa? Kini manusai telah cipta lebih daripada 2000 perkataan untuk menerangkan jenis-jenis perasaan yang dialaminya. Kefahaman tentang tiap-tiap perkataan mengenai perasaan iaitu emosi manusia penting untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain.

CARA MENGURUS KEMARAHAN

1. Memahami apa yang mencetusnya serta manfaat jangka pendeknya.

Kita perlu memahami dan mengenalpasti pencetus-pencetus yang boleh jadikan kita hilang akal seperti kata-kata tertentu orang, tabiat orang, tidak bertoleransi dan sebagainya. Manfaat atau kebaikan yang boleh didapati daripada pelepasan kemarahan kita ialah mungkin seperti berikut: a) Saya rasa lega
b) Orang mendengar saya
c) Rasa seperti diri sebenar lepas marah
d) Jika tidak marah saya akan menangis sahaja
e) Melaui kemarahan orang tahu pendirian mereka
f) Kemarahan menghilangkan perasaan takut
g) Jika saya tak marah orang akan fikir saya lemah

Manfaat-manfaat kemarahan ini adalah jangka pendek sahaja. Sebenarnya ia boleh dicapai melalui cara lain yang lebih asertif. Melepaskan kemarahan membawa berkat yang sementara sahaja. Pada jangka panjang ia akan menjejaskan perhubungan kita.




2. Belajar menenangkan diri dalam situasi genting.


Bila perasaan marah timbul kita boleh
a) Gantinya dengan aktiviti lain seperti memandang pada benda dan bukan orang, memikir tentang apa yang kita lakukan pada hari ini atau menerangkan suasana bilik kepada diri sendiri atau membilang sampai 10.
b) Mengelakkan melalui atau meninggalkan tempat itu atau minta diri untuk berfikir
c) Menukarkan ritma otak seperti mendengar muzik atau lakukan senaman
d) Guna teknik relaks seperti menarik dan menahan nafas selama 5 saat
e) Kecut dan regangkan otot selama 5 saat
f) Urut bahagian dada dan perut
g) Ubah cara duduk dan regangkan bahu
h) Berimaginasi tentang pemandangan yang tenang atau yang neutral atau ketawa pada diri sendiri kerana situasi itu
3. Belajar cara atau strategi untuk mengelak kemarahan kelak
a) Mengenalpasti samada kemarahan kita itu sihat atau tak sihat iaitu membina atau destruktif
b) Elak daripada menggunakan dadah atau alcohol untuk melupakan sesuatu
c) Baca dan menambahkan ilmu tentang pengurusan kemarahan
d) Bincang dengan orang lain yang berjaya menguruskan kemarahan mereka
e) Ubah kepada gaya hidup yang lebih sihat dan kurang stress
f) Sentiasa menahan dan mencabar setiap pemikiran yang membawa kemarahan
g) Sedari tentang kemarahan yang tersembunyi dalam sindiran atau perli
h) Belajar menjadi lebih asertif atau hadiri kursus untuk menambah kemahiran asertif
i) Meneliti segala punca kemarahan dari dahulu
j) Berbincang dengan kaunselor atau pakar psikologi
k) Menghadiri kursus mengurus kemarahan

Mengikut pakar psikologi marah adalah emosi sekunder. Di belakang emosi marah ini terdapat emosi primer seperti keresahan, duka, hampa, kehilangan, takut dan sebagainya yang terbit kerana sesuatu keperluan tidak diselesai atau dicapai. Sebenarnya kemarahan ini menjejaskan peluang kita untuk mencapai sesuatu keperluan itu. Bila kita dapat mengenalpasti keperluan-keperluan ini kita dapat berusaha untuk mencapainya dan dengan itu kemarahan dapat dikawal atau diurus dengan sihat. Emosi marah adalah satu fenomena rasional yang berlaku di otak kiri kita. Untuk mengurusnya kita perlu menggunakan kedua-dua bahagian otak, khasnya otak kanan dan bahagian lain otak berkenaan dengan emosi untuk mengecam dan sedar bila perasaan marah muncul. Dengan demikian kita dapat menangani kemarahan dengan cepat dan mengekalkan ketenangan kita.





“Angry people are those who are most afraid” -Robert Anthony-

“Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat menahan kemarahannya” -Imam AL Ghazali-

Kemarahan


Jangan Marah! Jangan Marah ! Jangan Marah !

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: “Datang seorang lelaki dan berkata pada Rasulullah Saw: “Nasihatilah aku dan berikanlah nasihat yang baik padaku”, lalu Rasulullah berkata: “Jangan marah, jangan marah, jangan marah, diulang tiga kali oleh Rasulullah.” (HR Abu Hurayrah).

Jadi rupanya kemarahan ini berasal dari segala musibah yang berantai. Kalau seseorang sudah mengawali sebuah permasalahan dengan kemarahan, maka kemudian menjadi gelap mata dan hilanglah akal sehat lalu terjadilah hal-hal yang kita sebut sadisme.

Tidakkah kita ingat pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan melalui Ibnu Mas’ud: “Bahwa tidak halal darah seorang muslim, kecuali karana tiga hal, yang pertama yaitu sebagai hukuman bagi duda atau janda yang berzina, maka dia bisa dihukum sampai tumpah darahnya, yang kedua kalau seseorang melakukan pembunuhan terhadap orang lain tanpa hak, maka orang itu dibunuh lagi berdasarkan tuntutan dari keluarga yang terbunuh, yang disebut Qisas. Dan yang ketiga untuk orang yang meninggalkan agamanya, murtad”.

Qisas merupakan penyimpang bagi tegaknya masalah sosial yang tempang.

Nasihat Rasulullah tentang jangan marah, sangat kontradiktif dengan situasi masyarakat di malaysia (yang mayoritas muslim) dewasa ini, kita semua adalah umat Muhammad, tetapi mengapa akhir-akhir ini tiba-tiba umat menjadi pemberang, mudah menyala-nyala, mudah panas.

Orang boleh saja berteori sosiologi, berteori psikologi atau teori macam-macam, bahawa kemarahan itu bentuk keputus asaan dari ketidak berdayaan akibat struktur sosial yang tak memungkinkan orang untuk mengekspresikan atau merasa aman, menjaga eksistensi dirinya sendiri. Tapi persoalannya, lepas dari struktur dan non struktural, yang terpenting sederhana saja, jangan marah!

Penggunaan kekerasan untuk sampai terjadi pembunuhan adalah suatu bentuk penggunaan kekuasaan secara telanjang, penunjukkan kekuatan secara terang-terangan, yang sayangnya upaya penonjolan kekuasaan dan kekuatan itu bukan ada pada masyarakat bawah saja yang katanya secara struktural terpelanting menjadi kalah tidak mendapat kesempatan yang wajar sehingga putus asa. Tapi juga nampak pada penggunaan kekuasaan, nampak pada kelompok lapisan menengah ke atas yang tidak dalam posisi kalah, yang semestinya tidak dalam posisi putus asa, tetapi ada kecenderungan juga keteladanan yang diberikan kelompok–kelompok diatas adalah penggunaan kekuasaan secara telanjang, mau dibilang halus sebenarnya tidak halus juga.

Bentuk-bentuk pemaksaan melalui pidato-pidato, petunjuk-petunjuk dan pengarahan-pengarahan; semua orang tahu itu pemaksaan, semua orang tahu itu unjuk kuasa. Oleh karena itu tidak selalu tepat dikatakan bahwa meningkatnya kriminalitas karena orang sudah putus asa akibat kalah, akibat tidak mendapat struktur yang adil untuk hidup secara fair, ternyata di kelompok atas dalam posisi berkuasa yang seharusnya memberikan keteladanan yang baik ternyata seperti itu juga.

Jadi kuncinya bukan struktur atau non struktural, sederhana saja kalau kita renungkan dalam-dalam, yaitu jangan marah!

Bagaimana Seseorang itu dapat mengendalikan Marah? Kondisi yang mempengaruhi secara external dapat dilawan dengan kondisi internal. Kalau memang kita tahu, kelemahan kita gampang marah dan kondisi diluar diri kita juga memungkinkan kita marah, kita lawan dengan kekuatan internal. Bentuk kekuatan internalnya yaitu dengan Puasa. Dengan puasa akan memperlemah keinginan yang bukan-bukan pada diri kita, ketika hawa kita, ambisi kita, hawa nafsu kita menjadi liar tak terkendali, dengan puasa akan menjadi terkendali.

Naiknya angka kriminalitas pembunuhan, apakah ada hubungannya dengan dekadensi moral atau akhlak? Itu sudah jelas,manakala moral melemah,ahlaq melemah kembali,marilah kembali kepada agama. Banyak orang mencoba menghindari agama namun tidak bisa. Dulu tahun ‘70-an marak terjadi demonstrasi dimana-mana menyuarakan anti hukuman mati. Pakar hukum bicara dengan semangat humanisme. Lalu terbentuklah gerakan anti hukuman mati, namun kini setelah banyak kasus ternyata banyak orang teriak meminta ada hukuman mati.

Akhirnya orang-orang malah membutuhkan Islam. Islam diterima memang karena kebutuhan, karena ajarannya memberikan kedamaian, keadilan, kepuasan dalam hidup ini. Orang sekarang sudah suntuk dengan berbagai macam sistem hukum. Filosofis hukum, aturan-aturan hukum dengan macam-macam ideologi, akhirnya orang melihat yang praktis saja. Ternyata Islam memang memberikan jaminan dari dulu.

Dalam al Qur’an Allah berfirman: I’dilu huwa aqrabu littaqwa. Artinya, “Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa" (QS Al Maidah 5:8)

Omong kosong bicara taqwa, jika tidak mampu menunjukkan citra keadilan, jika apresiasinya terhadap keadilan kecil sekali, walaupun berhaji tiap tahun. Omong kosong juga walaupun pakai sorban tebal, topi putih, kemudian membangun citra sebagai seorang haji, sebagai pemimpin muslim, namun tidak ada kepedulian dan minat terhadap keadilan.

Kenapa baru sekarang banyak orang menuntut hukuman mati bagi pelaku kejahatan sadis diberlakukan? Karena akhirnya yang tersentuh adalah fitrah manusia, fitrah terhadap keadilan, tuntutan terhadap keadilan. Kemarin manusia masih silau oleh sistem kehidupan yang lain. Uni Sovyet berjaya dengan komunismenya, Amerika masih berjaya dengan kapitalismenya, liberalismenya, demokratismenya. Dan sekarang setelah Uni Sovyet bubar berantakan, menyisakan kemiskinan dimana-mana dan orang akhirnya melihat kemunafikan yang ditonjolkan oleh perilaku orang-orang politik Amerika dalam kasus Bosnia. Orang semakin sedar dan percaya serta ,bercakap kosong itu merupakan cirri-ciri kapitalisme, liberalisme, komunisme dan akhirnya sekarang memrlukan sesuatu yang lain.


Dicatat oleh fani afnan jannati

Muslimah ku.....



MUSLIMAH SEJATI
Yang dikatakan MUSLIMAH SEJATI adalah…….
Yang melindungi diri dan hati budinya dengan malu,
Yang menaburkan sopannya kesetiap penjuru
Yang melembutkan suara merdunya
Yang sentiasa cekal dan tabah hatinya
Yang tidaj pernah patah semangat wajanya
Yang memberikan cintanya kesejagat maya
Yang memenuhkan hati denagn keinsafan
Yang mengosongkan kalbu dari dendam
Yang menyemarakkan kasturi di kelompok IMAN
Wanita dilahirkan dari rusuk lelaki (Adam)…..
Dijadikan layak untuk jadi Suri
Dicipta untuk pasangan suami
Diwujudkan untuk meramaikan umat Nabi
Mereka…………..
Adalah sebahagian kurniaan ilahi
Adalah sebahagian dari keindahan alam
Adalah ibarat buklan bintang
Adalah penyeri gelap malam
Wanita dipandang dari peribadinya…………
Wanita dilihat dari budi bahasanya
Wanita dinilai dari kesabarannya
Wanita diperhati dari kesetiaannya
Wanita ditinjau dari sifat keibuannya.
Padamulah pemudi impian sejati,
Jadilah diri penghias madah.
RENUNGAN ABADI... FANI AFNAN JANNATI