Wahai mataku yang menangis...
Mungkin saat ini kau sedang bahagia, mungkin juga kau sedang berduka. Apapun situasimu, air mata yang menggenangi kelopak matamu lalu mengalir ke pipi ialah anugerah Allah yang tidak terhingga. Ia mampu membuang racun ditubuhmu kemudian disusuli ketenangan jiwa. Bersyukurlah padaNya kerana hingga saat ini kau masih mampu menangis,bersyukurlah.....
Tatkala diri ini melihat ada insan memandang jernihnya air mata yg mengalir adalah 1 kelemahan, Allah'alam..
Sedang hati sedih ini, serta kesedihan seisi alam bisa dibahagiakan kembali dengan air mata juga, terlintas di benak diri akan ingatan mulia sebuah air mata dari firman Allah
"Dan mereka menyungkur (sujud) di atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk." (Surah al-Isra': 109)
"Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud sambil menangis." (Surah Maryam: 58)
maka ada apa sebenarnya dengan air mata kalian itu? tidakkah dapat ditemui sebuah damai di situ? iya benar, jangan berlarut-larut dengan kebasahan dari air mata yg mengalir, nafsu itu akan menjadi makanan yang sedap oleh syaitan (Na'uzubillah min zalik)....
pagi ini, masih terasa dinginnya oleh ana..sejuk hingga kebas terasa jemari ini..langkah dibuka pnuh kibar demi ilmu talaqi sbntr nti..namun sapaanku pagi ini AIR MATA rupanya..hampir sejam mananti sambil istighfar tnpa henti sebagai pemujuk kalam, sebak pula kian mghimpit menyesakkan lg nafas yg sediakala sempit.
bismillah, itulah lafazku lg u mengorak langkah mengerah keringat u menyelesaikn permasalahn yang diri sendiri buntu apakah yg bernama masalah ini..masyaAllah, diri pula dimarahi dengan suara2 pegawai, apakh salah bertanya? kata ayah, ubat kejahilan itu adalah bertanya...subhanallah sabarlah diri, bangun utuhkanlah jiwamu kembali, jagn lemah...
'LA TAHZAN ukhti...!!!!!!!!!' puas terasa semangat imanku melejit, meskipun suara batin yang menjerit...
Alhamdulillah, setidaknya jeritan kalam bisa menjadi wadah terbaik buat menjaga qalbu ku agar tetap dalam pelukan islamiyah...
Tangisan bukan keaiban tapi satu keperluan. Apakah kau lelaki atau wanita, kau pasti menangis. Ia menjernihkan kornea dan menajamkan penglihatan. Ia meringankan ketenangan jiwa. Ia mengungkapkan kesedihan lalu merungkai beban yang tersimpan.
bedanya, bagaimana cara kita dalam menyikapi tangisan untuk mencari iman dengan air mata? insyaAllah, pasti dapat dicari bukan? Amin.....
akhwat-akhwat fillah sayang...
Sesungguhnya tangisan kerana Allah ketika gembira atau derita ialah ubat mujarab untuk mencari ketenangan hidup. Dengarilah pesanan Rasulullah s.a.w. dalam menyampaikan kalam Yang Esa,
"Aku haramkan neraka kepada mata yang selalu menangis kerana takut pada Allah." (Riwayat Ahmad dan an-Nasa'i)
“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami;
sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (Al-Isra’: 107-109)
sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (Al-Isra’: 107-109)
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ فَإِذَا قَرَأْتُمُوهُ فَابْكُوا فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا...
Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Al-Qur’an turun dengan kesedihan. Apabila kamu membacanya maka menangislah namun jika kamu tidak menangis (paksalah) untuk menangis”. HR. Ibnu Majah.
Jazakumullah wa barakallah...






Tidak ada komentar:
Posting Komentar