Untuk Rasulku Penghulu Sekalian Nabi,
Pembawa Rahmat Buat Sekalian Alam.
Assalamu’alaikum ya Rasulullah…
Dengan rasa cinta di hati yang begitu dalam, ku gerakkan jemari tangan kananku untuk menulis surat cinta ini kepada engkau Muhammad Rasulku yang menjadi panutan hidupku.
Walaupun aku tahu...
Surat ini tak sampai kepadamu, ku berharap kelak nanti Allah mengizinkan aku untuk membacanya dihadapanmu...
Namun dengan kekuatan cinta & rinduku padamu...
Ya Muhammad ku, Rasulku, Pemimpinku ku...
Hamba gariskan pena ini hingga menjadi ungkapan kata-kata ku...
kata-kata ku yang terwakilkan dari hati umatmu Ya Bagindaku Muhammad SAW...
Muhammad Ku…
Dengarlah rintihan tangisan rindu hamba ! ! !
Ungkapan dari Umatmu yang hina ini, yang berlumuran dosa-dosa... betapa hina nya hamba bila bertemu denganmu wahai Muhammadku, Malu hamba!
Ampuni aku ya Rabb.....
Ya Rasulullah pemimpinku…
Engkau telah berikan wasiat kepada kami..
Namun...
Namun...
Namun..., aku lebih terpedaya dari dunia, hati ini tertutupi dari Nur yang engkau bawa... "Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli." (Hadis riwayat Abu Daud dan Ahmad)
Maafkan aku Rasul ku, cinta mu begitu besar kepada Umatmu namun aku balas dengan diri yang kotor
Wahai sang pemilik rindu ku ini...
Sungguh malu hamba bila bertemu dengan mu...
Namun... kekuatan Cinta & Rindu ini tak kan ku sia-siakan begitu saja, aku ingin Melejit dari lobang ke hampaan ini! Aku ingin pergi! Aku Tidak ingin seperti mereka...!
Akan kutemui dikau Bagindaku, di Kerajaan Mu!!!
’Siapa yang ta`at kepadaku niscaya ia masuk surga dan siapa yang bermaksiat (melanggar) kepadaku maka sesungguhnya dialah orangnya yang enggan itu.'’) H.R. Bukhari.
Ya Rasulullah pemimpinku…
Meskipun di dunia ini kita tak pernah bersua dan tak pernah mendengar suaramu, tetapi sunnahmu yang membuat aku dapat merasakan kehadiranmu disini, di dalam hidupku. Sikap, sifat, dan perkataanmu yang menjadi sunnah bagi umat muslim, mengaplikasikannya dalam kehidupanku sehari-hari menjadi bukti rasa cintaku ini kepadamu, dan menjadikan makhluk Allah yang beriman kepada-Nya. Ku laksanakan ajaran darimu dan kutinggalkan laranganmu, walau terkadang aku terjatuh dan gagal disaat cobaan datang menghampiriku. Aku coba untuk bangun, bersabar dan tegar sepertimu, tetapi aku terjatuh lagi ya Rasulullah…
Begitu mudahnya aku menyerah dalam meneruskan dakwahmu disaat cacian dan hinaan yang aku dapatkan. Ingin sekali kuceritakan kepadamu, tetapi aku malu bila mengingat perjuanganmu dalam menegakkan kata “Laa ilaa Haillallah…”
Muhammad kebanggaanku…
Engkaulah penyemangat hari-hariku untuk semakin taat beribadah kepada Tuhan kita Allah SWT, sabdamu begitu membuat aku mencintai Allah dan mencintaimu.
Ya Rasulullah…
Hati ini menangis ketika ku tahu begitu cintanya engkau kepada kami, engkau berdoa kepada Allah, kesakitan disaat ajal menjemput tak ingin umatmu merasakannya. Engkau cintai kami sepenuh hati, disaat ajal menjemputmu engkau masih memperdulikan kami.
Ummati,
Ummati,
Ummati…
itulah yang kau katakan. Maafkanlah diri ini ya Muhammad… rasa cinta ini belum sebesar rasa cintamu kepada kami.
Baginda Rasulullah…
Ku tadahkan tangan ini dan memohon kepada Allah, bila malaikat Izrail datang menjemput ajalku, semoga Allah memilih aku dari seribu umatmu untuk menjadi salah satu hamba Allah yang dapat bertemu denganmu. Kelak di akhirat aku ingin dibangkitkan bersama engkau yang kucintai, wahai rasulku…
Di Maulidmu ini, seluruh alam bergembira dengan kedatangan diri Mu, Semangat Cinta & Rindu di hati ini dalam meneruskan perjuanganmu, tak urung niatku untuk menyerah, walaupun beberapa abad sudah kepergianmu meninggalkan kami, tetapi kehadiranmu membawa cahaya bagi kalbu.
Ya Rasulullah…
Dalam sujudku kepada Allah yang Maha mendengar, ku titipkan salam rinduku untukmu, untuk kekasih Allah.
Semoga di surga-Nya kita dipertemukan.
12 Rabiul Awal 1432 H






Tidak ada komentar:
Posting Komentar